PENYAIRBERDARAH
Rabu, 06 Februari 2013
PENYAIRBERDARAH: SOBAT, KEKASIH
PENYAIRBERDARAH: SOBAT, KEKASIH: Sobat, genggam erat pecahan kaca, biar tangan kita berlumur darah biar kau rasa kepedihannya tika tikam luka menyeringai srigala, ...
SEPASANG SAYAP BUAT KAMU
Jika aku adalahs eorang pelukis
akan akutambahkan sepasang sayap
pada sosokmu di atas kanvas.
Agar engkau dapat terbang,
menjang kau batas-batas ruang,
melihat dunia dari sisi yang luas.
Agar hatimu melihat seluas lautan,
kemudian terbang tinggi dengan nurani yang
bersih,
menjadi inspirasi setiap gerak kehidupan.
Agar sayap-sayap itu membebaskanmu
dari belenggu ruang dan waktu yang terasamapan
dan selalu membodohimu.
Semoga dengan sayap-sayap yang kulukis
engkau dapat terbang dari dunia nyata
yang penuh rasa takut, kepalsuan.
Dalam langit yang tinggi,
semoga engkau jelang hening alam
bersatu dalam dirimu yang nyata....
LagiSendiri
Menyendirinikmatimalam yang
takberbintangtanparembulansudahcukupbuatakulebihtenang,
Walaubanyak yang sudahterjadimenyakitkan, mengecewakan
....
tapiakutetapsenang,
saatsepi,
saathayatiperlukonsentrasitingkattinggijadibiarakusendiripahami yang
sudahterjadi.
Bukanakutidakmauberbagi
,akuCumaharapkaubisangertiakulagiinginsendiri . . . .
bukanakugakmau di temani,
bukanjugaakugakmenghargaitapiakuCumainginLagisendiri SOBAT, KEKASIH
Sobat,
genggam erat pecahan kaca,
biar tangan kita berlumur darah
biar kau rasa kepedihannya
tika tikam luka menyeringai srigala,
Kekasih,
hujamkan dalam-dalam belati di belahan dadamu
biar darah itu susuri seluruh liku tubuh
biar kita bermandi perih,
setelah menari di atas altar rindu
sobat,
tuangkan darah persembahan di cawan waktu
gumpalkan kesedihan di dasarnya
dan marilah bersulang dengan riangnya
kekasih,
nantikan gaun putihmu berganti merah,
biarlah ia melambai diterpa bayu,
nantikan nirwana yg kan menjemputmu
genggam erat pecahan kaca,
biar tangan kita berlumur darah
biar kau rasa kepedihannya
tika tikam luka menyeringai srigala,
Kekasih,
hujamkan dalam-dalam belati di belahan dadamu
biar darah itu susuri seluruh liku tubuh
biar kita bermandi perih,
setelah menari di atas altar rindu
sobat,
tuangkan darah persembahan di cawan waktu
gumpalkan kesedihan di dasarnya
dan marilah bersulang dengan riangnya
kekasih,
nantikan gaun putihmu berganti merah,
biarlah ia melambai diterpa bayu,
nantikan nirwana yg kan menjemputmu
SANDIWARA CINTA
Begitu mudah sebuah huruf dirangkai
Hingga menjadi kata
Dan berbentuk kalimat yangbegitu indah,
Tetapi sayangnya..,
Hati dan Sikapmu tidak seindah itu.
Hingga menjadi kata
Dan berbentuk kalimat yangbegitu indah,
Tetapi sayangnya..,
Hati dan Sikapmu tidak seindah itu.
Aku tau apa yang sebenarnyaterjadi
Akumerasakalauinisemuamemangtakadil.
Aku merasa,
Diriku teramat asing di sisimu
Seakan-akandirikusebagai sebuah persinggahan
Dikala dirimu kesepian.
Jika demikian,
Mengapa harus aku yang kau jadikan budak persinggahanmu?
Apakah aku tak pantas buat kau cintai dgn tulus?
Aku merasa,
Diriku teramat asing di sisimu
Seakan-akandirikusebagai sebuah persinggahan
Dikala dirimu kesepian.
Jika demikian,
Mengapa harus aku yang kau jadikan budak persinggahanmu?
Apakah aku tak pantas buat kau cintai dgn tulus?
Pernahkau tau tentangperasaanini
Sampai-sampaiakukorbankansemua demi
utuhnyacintaini.
Jika..
Dirimu hanya berpura,
Mengapa tidak kau katakan sebelumnya,
Agar takkan ada kebohongan serta luka
Dan jatuhnya deraian air mata..
Jika..
Dirimu hanya berpura,
Mengapa tidak kau katakan sebelumnya,
Agar takkan ada kebohongan serta luka
Dan jatuhnya deraian air mata..
Penyairberdarah
PERPISAHAN BUAT SOBAT
Ketika terucap salam perpisahan
Walau air mataku tak berlinang
Bukan berarti suatu kerelaan
Saat-saat langkah terayun
Jarak kita-pun semakin membentang
Akankah semuanya jadi terkenang
Atau hanyut terbawa gelombang
Bahkan mungkin terkubur oleh waktu dan keadaan
Sobat, dalam hatiku ini
Akan tetap membekas suatu kenangan
Kau sungguh baik, supel dan komunikatif
Siapapun mengenalmu pasti akan rindu
Namun untukku, janganlah kau biarkan
Aku terkulai lemas dalam kehampaan
Karena rasa kangenku yang tidak kau harapkan...
PENYAIR BERDARAH BERKATA
Ketika penyair berdarah berkata
Kata-kata menggumpal dalam puisi
Memulai perekaman-perekaman
Karena penguasa kutakmampu
Menyamapaikan lewat percakapan
Mereka tertutup dari kata penyair
Kusampaikan lewat puisi
Mereka tak membaca
Kuteriakkan lewat bibir kering
Mereka tak mendengar
Lalu………?
Dalam bentuk apa
Suara ini bisa terdengar
Dan menghasilkan efek dalam merubah suara rakyat
Kini, rakyat tercengang
Tak mengerti apa
Arti hukum bagi kami
Ketika semuanya terlihat main-main
Terangkum dalam benak
Ketidakmengertian
Sampaikan salam kosong kami
Pada algojo-algojo gelap
Yang pintar memainkan obor palsu
Untuk membakar kebodohan kami
Kami, kini, dan nanti
Terjual rapi oleh sistem-sistem batu
Kata-kata menggumpal dalam puisi
Memulai perekaman-perekaman
Karena penguasa kutakmampu
Menyamapaikan lewat percakapan
Mereka tertutup dari kata penyair
Kusampaikan lewat puisi
Mereka tak membaca
Kuteriakkan lewat bibir kering
Mereka tak mendengar
Lalu………?
Dalam bentuk apa
Suara ini bisa terdengar
Dan menghasilkan efek dalam merubah suara rakyat
Kini, rakyat tercengang
Tak mengerti apa
Arti hukum bagi kami
Ketika semuanya terlihat main-main
Terangkum dalam benak
Ketidakmengertian
Sampaikan salam kosong kami
Pada algojo-algojo gelap
Yang pintar memainkan obor palsu
Untuk membakar kebodohan kami
Kami, kini, dan nanti
Terjual rapi oleh sistem-sistem batu
Langganan:
Postingan (Atom)